Indonesia dan Mahasiswanya
Udah lama ga nulis, hampir 2 bulan. Sekarang saya mencoba kembali menulis unuk-unek yang ada dipikiran saya. Mungkin ada kaitanya sedikit dengan postingan ini. Hmm… kayak nya cuma dikit deh kaitannya. ga banyak banyak amat.
OK, kita mulai ajha. Kali ini saya membahas soal polemik umum yang terjadi di negara kita ini, Indonesia. Polemik yang terjadi dari tahun 1998 sampai sekarang yang tidak pernah berhenti. Ini dari pandangan saya sebagai bagian dari negara ini, pandangan yang 100% subjektif, bukan objektif, jadi salah atau ga nya, kembali ke pokok persoalan tadi: Ini pandangan saya!
Mahasiswa. Sebuah kelompok masyarakat yang merupakan makhluk yang kuat yang bisa menggulingkan pemerintahan yang begitu besar dan kuat. Sebuah kaum intelek yang menimba ilmu di jenjang pendidikan yang tinggi, yang mengasah wawasan dan membuka pola pikir yang dinamis dan juga kritis. Mahasiswa, kaum yang paling dekat dengan masyarakat karena mereka merasakan hidup sebagai masyarakat layaknya. Merekalah yang maju paling dulu untuk membela kepentingan masyarakat banyak. Mereka mau mati-matian memperjuangkan hak rakyat demi sebuah kata: keadilan.
Namun, ada beberapa kejanggalan yang saya perhatikan di lingkungan mahasiswa di sekitar saya. Entah ini terjadi di seluruh daerah, atau cuma di lingkungan saya, saya ga tau persis. Kejanggalan-kejanggalan yang saya lihat bisa saya rinci dengan point-point di bawah ini:
- Mahasiswa paling anti dengan namanya korupsi, kolusi dan nepotisme. Jika mereka mencium bau busuk dari salah satu dari tiga serangkai yang disebut KKN itu, mereka langsung mengumpulkan kekuatan untuk membasminya. Namun jika kita lihat dari sisi mahasiswa sendiri, saya merasa janggal. Banyak dari mahasiswa yang katanya anti KKN malah melakukan tindakan-tindakan tersebut. Contohnya: banyak mahasiswa yang korupsi waktu, masuk kelas telat, trus ada juga ga masuk-masuk kelas dengan alasan “Urusan BEM”. Untuk kolusi dan nepotisme, jangan salah, mahasiswa atau mantan mahasiswa sering melakukan ini. Untuk mempermulus jalannya mendapatkan pekerjaan setelah tamat dari kampus, ga sedikit dari mereka mencari “orang dalam” agar bisa mendapatkan posisi di sebuah instansi.
- Mahasiswa selalu meneriakkan “Hapus kemiskinan, buka lapangan pekerjaan baru”. Tapi pada kenyataannya, setelah tamat kuliah, mahasiswa tadi yang ngotot akan hal itu, terlebih yang dari daerah malah berbondong-bondong ke kota besar untuk mencari lapangan pekerjaan, mukan mencoba membuka lapangan pekerjaan baru yang bisa membantu negara ini mengurangi pengangguran. Susahkah membuka lapangan pekerjaan baru? Saya rasa tidak. Jika mahasiswa tadi mau bekerja sama dan berkolaborasi, saya rasa hal tersebut bisa dilakukan. Saya kasih contoh: mahasiswa akuntansi bisa jadi akuntan (pastinya), mahasiswa manajemen, keahlian manajemennya ga diragukan, mahasiswa teknik, keatifnya bukan main. mahasiswa ilmu sosial bisa bersosialisasi. Jika mereka bersatu, dan menyatukan dana sebagai modal, mereka akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Misalnya bengkel. Kurang menjanjikan? Karena baru yang gitu, kalo tabah dan didukung dengan manajemen handal saya yakin bisa jadi perusahaan keren. Coba deh baca riwayat hidup steve jobs
- Trus masalah yang baru baru ini hangat dibicarakan. Mengenai 100 hari kerja SBY. Disini saya bukan membela SBY dan jajarannya. Tapi saya mengkritisi sikap mahasiswa akan hal ini. Memang benar, janji SBY tidak tercapai. 100 hari yang dijanjikan seakan palsu dan hanya tinggal janji. Tapi kita ga bisa menutup mata. Lihat bencana yang terjadi di negara ini, seperti gempa di padang contohnya, otomatis pemerintah terpaksa meninggalkan program 100 hari untuk sementara. Karena di sumatera barat, masyarakat butuh perhatian lebih. Gubernur dan walikota kan ada? ada juga yang bertanya seperti itu, tapi di lapangan hal itu bisa berbeda, jika pemerintah pusat tidak turun tangan, maka pemerintah pusat akan di demo oleh masyarkat dengan alasan tidak peduli dengan rakyat kecil. Dan ujung-ujungnya pemerintah jadi serba salah.
Mungkin masih banyak hal-hal janggal yang saya perhatikan dari mahasiswa, yang membuat saya tidak berani mengangkat suara di depan umum untuk memperjuangkan masalah-masalah di atas. Bukan berarti saya apatis, tapi saya merasa kalo saya lebih pantas di demo daripada mendemo dikarenakan banyaknya kekurangan yang saya miliki. Saya ingin memperbaiki diri saya dulu baru yang jauh dari hal yang namanya : sempurna
NB: saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung dan marah, hal ini cuma pandangan pribadi saya yang mencoba memperbaiki diri sendiri


kita amakan dulu PERTAMAX nya :pertamax
.-= Rian´s last blog ..2010 =-.
cape² demo tapi hasilnya ga ada… :cd
*pengalaman pribadi*
.-= Rian´s last blog ..2010 =-.
dicetak, dipajang di mading kampus (haha)
kalo soal demo, saya rasa ada banyak faktor yang memdorong mahasiswa kita melakukan itu. salah satunya faktor ikut2an dan prestise ( biar di anggap eksis di kampus) walaupun kadang kala harus meninggalkan kewajiban utama sebagai mahasiswa.
saya sendiri ngga setuju dengan demo2, tapi kalo liat di tv seru juga apalagi kalo udah anarkis…
@rian
makanya demo diri sendiri dulu, pasti ada manfaatnya
@bernard
boleh, tapi anonim ya
@shaquil
kalo benar begitu adanya, wahai mahasiswa yang berdemo: lepaskan gelar kalian sebagai kaum intelek
Saya bukannya apatis, tapi demo adalah masa-masa kemundurun intelektual dari mahasiswa….
wah..itu kan sebagian mahasiswa. yang sebagian itu juga di daerah jawa.
lain dengan di lingkungan kampus saya, mahasiswa bukan benci dengan korupsi aja,tetapi juga dengan dosen yang tidak menghargai jerih payah mahasiswanya.
itu pun yg saya alami sekarang dengan pembimbing saya, karna pembimbing tidak mengerti tentang skripsi mahasiswa yg dibuatnya!!
bak ibarat Pembimbing Yang Gak Bisa Membimbing Harus Diguling Kayak Anjing!!
apa kabar kawanku yang satu ini yah dah lama gak ada kabar. dimana sekarang. sibuk apa
numpang lewat, mumpung namanya sama….hehehe :rate
.-= Si Hendri´s last blog ..Ubuntu dan Keluarganya =-.
People power movement is not elegance if used as pupet to defend a particular interest..Bored
Life is Real
.-= Heru Kurniawan´s last blog ..There are 4 StepsTo Get Your Opt In Subscribers To Trust You Quickly =-.
Selamat malam, senyuman kebahagiaan dalam indahnya kehidupan,:-D salam…
.-= D3pd´s last blog ..“Keluh-Kesah”… =-.
nepotisme dalam dunia kerja? menurut saya selama seseorang itu punya kompetensi yang memadai dalam suatu pekerjaan itu bukan nepotisme. Secara alamiah kalo kita buka perusahaan pribadi, pasti kita yang pertama kali kita lakukan adalah mengajak orang yang kita kenal dan tentunya berkompetensi dalam bidang yg dibutuhkan. Nah kalo udah gak ada orang dekat yg punya kompetensi itu baru deh orang luar.
asasdasasa <—- mantra gagal :cd
gagal pertamax…
.-= kenyo´s last blog ..mereka bilang saya homo =-.
hidup mahasiswa…..
hahahaha
.-= balita´s last blog ..Nama Domain Baru (.xxx.sex.gay.god.catholic.islam) =-.
klo gw boleh ngomong neh,…
alangkah lucunya negeri ini,..
nice post..
semoga bermanfaat bagi para pembaca terutama kalangan mahasiswa,, seperti saya tentunya,.. hehe
venty´s last [type] ..Michael Buble – Hold On