Bangsa ini makin Parah
Bangsa ini makin parah, parah dalam semua keadaan. Semua lini dari bangsa ini semakin hari semakin memperhatinkan. Dimulai dari sisi hiburan sampai ke dalam kancah politik, Indonesia susah terlalu menyedihkan.
Kita mulai dari sisi hiburan. Makin hari hiburan-hiburan yang disuguhkan oleh pertelevisian kita makin buruk saja. Dibuktikan dengan adanya acara-acara pembodohan bangsa, seperti acara-acara yang disebut “Reality Show” sampai ke pementasan talent (tidak usah disebutkan nama programnya) yang memeliki maksud dibalik acara tersebut. Kita bahas satu persatu. Acara “reality show” seperti pengungkapan cinta: acara seperti ini menggambarkan kalau bangsa kita ini sudah diperbudak oleh cinta. Cinta memang hal penting dalam kehidupan. Namun, kita akan lemah jika kita sudah diperbudak olehnya. Bukankah kita sendiri tau, kalo jodoh itu sama seperti kematian, sebuah misteri tapi pasti kedatangannya. Untuk mendapatkan sebuah proses kematian yang layak, kita harus beribadah. Jadi untuk mendapatkan jodoj yang layakpun kita harus berusaha. Berusaha bukan berarti kita harus memaksa jodoh itu datang pada kita, seperti hal nya yang disuguhkan pada acara yang disebut-sebut reality show tadi.
Acara reality show yang lain, memang terkesan menolong kaum miskin. Kita ambil contoh acara yang memberikan sejumlah uang kepada kaum miskin, lalu si miskin membelanjakan uang tersebut dalam waktu tertentu dan barang-barang yang telah dibeli berhak jadi milik si miskin. Sebuah acara yang bagus, namun jika kita tela’ah lebih dalam memiliki nilai yang sangat buruk. Si miskin diajarkan hidup foya-foya dengan membelanjakan sejumlah uang yang menurut mereka “sangat banyak”, exploitasi kemiskinan, dan tujuan paling parah, ada pihak tertentu yang mencari nama dari acara tersebut.
Pementasan talent. Acara ini bagus jika di-handle dengan sangat bijak. Karena bakat-bakat terpendam dari bangsa bisa disalurkan melalui acara ini. Namun, acara ini sudah sangat mendominasi pertelevisian negara kita. Sehingga tidak ada lagi waktu untuk menayangkan acara-acara yang mengandung nilai pendidikan. Dan yang lebih parah lagi, pihak TV punya maksud untuk meraup untung yang besar dari sms-sms yang masuk untuk memilih peserta yang memiliki talent yag paling bagus. Mari kita hitung, kita anggap tarif standar SMS dari operator selular adalah Rp. 350, satu sms premium yang ditarik oleh acara tersebut adalah Rp. 2000. Kita anggap ada pajak 10% dari pengadaan acara, jadi tarif sms yang sebenarnya tidak lebih dari Rp. 500 yang harus dibayar kepada operator selular dan badan pajak. Jadi masih ada Rp. 1500 yang jadi hak milik pihak TV. Jika dalam satu malam saja ada yang kirim sms sekitar satu juta orang, jadi dalam satu malam pihak TV mendapatkan keuntungan Rp. 1.500.000.000. Jadi kesimpulannya, RAKYAT SUDAH DIBODOHI. Seandainya saja uang yang dikumpulkan oleh pihak TV tersebut dibayarkan kepada hutang bangsa, sudah kaya bangsa ini sekarang. :(( dan lebih naas lagi, rakyat lebih suka menghambur-hamburkan uang untuk acara tersebut dari pada menyumbang untuk fakir miskin.
Masih disisi hiburan, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh band-band Indonesia tidak ada yang berkualitas. Hal ini dimulai dari 3 tahun belakangan. Musisi-musisi sekarang, jika memiliki “link” dan bisa Chord-chord dasar saja sudah bisa jadi artis, walau suara pas-pasan Tidak ada lagi penyaringan band-band atau vokalis-vokalis seperti dulu. Sampai-sampai majalah Rolling Stone Indonesia berani men-cap beberapa band seperti kangen band, mata band dan band-band lain sebagai band perusak selera bangsa. Sungguh naas.
Kita beralih ke sisi lain, sisi yang paling vital, Ekonomi dan Politik. Sudah jadi rahasia umum jika bangsa ini memiliki tingkat ekonomi yang paling parah di Asia, mungkin juga dunia. Lapangan pekerjaan yang susah, hingga nilai rupiah yang semakin hari semakin lemah. Elit politik seakan-akan tidak mengerti dengan keadaan bangsa ini. Mereka lebih mementingkan penampilan mereka sendiri dan tidak mementingkan bangsa. Seperti beberapa waktu lalu, yaitu pengadaan laptop untuk mereka dengan alasan untk mempermudah mereka bekerja demi kepentingan rakyat. Tapi kenapa nilai dari masing-masing laptop tersebut sampai puluhan juta? Laptop seperti apa itu? Laptop paling bagus dari Acer saja, Acer Ferarri, tidak sampai 15juta. OK lah kalo mereka benar-benar memikirkan rakyat, nilai laptop puluhan juta bisa kita anggap impas. Namun, bukan jadi rahasia lagi didalam rapat yang memikirkan rakyat, bapak-bapak kita tadi lebih memilih tidur daripada ikut berfikir.
Kalau soal BBM, saya pribadi setuju dengan pemerintah yang manaikkan tarif BBM. Soalnya selama ini harga BBM di Indonesia paling murah di dunia. Jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM, maka akan semakin banyak penyelundupan BBM ke luar negri yang akhirnya akan merugikan rakyat juga, karena dengan diselundupkannya BBM, otomatis hutan kita yang sudah menumpuk tidak akan bisa kita bayar, dan kita bakal makin lama menderita. Namun, yang disayangkan. pemerintah dan elit politik lainnya tidak menyediakan jalan keluar bagi permasalahan ini, seperti menyediakan lapangan pekerjaan baru. Mereka terlalu sibuk dengan penampilan dan sibuk dengan kepentingan mereka sendiri.
Dengan pembahasan yang mudah-mudahan salah ini, saya jadi takut membayangkan keadaan bangsa kita untuk 10, 20 atau 50 tahun yang akan datang. Akan jadi apa bangsa ini???
(tetap) hiduplah Indonesia Rayaaa…..!!!!!!






































tapi walaupun begitu ai tetap mencintai bangsa ini
Mencintai bangsa atau mencintai yang punya blog ini
setuju sama ai… cinta Indonesia
yah bagaimanapun juga adalah tanggung jawab kita selaku pemuda untuk membangung negeri ini sampai tercapai tujuan nasional…
*blalblablabla.a..a……aa..a.*